Assalamu alaikum Wr. Wb.
Hellloo Guys... ketemu lagi sama Andina. Lama banget kagak posting maklum saja Mahasiswa Baru alias "MABA" jadi rasanya kaget banget waktu masuk perkuliahan. Kaget dengan Tugas (!). Kaget dengan sistem pengajaran Dosen (!). Kaget dengan cara belajarnya (!). Pokoknya semu serba ngagettin >,<. But.. Alhamdu lillah semester 1 telah terlewati suatu pengalaman seru sudah tahu bagaimana seluk beluk perkuliahan dan pastinya sudah prepare planning lebih untuk bisa membagi waktu dengan lebih termanajemen lagi.
Okeey.. Kembali lagi, aku mau berbagi postingan lamaku saat mengikuti event lomba ajang menulis Mimpi Untuk Banyuwangi (kota tercintaku <3). Hayoooo siapa yang punya mimpi? ayo cepat Tulis dan Segera Wujudkan :)
Lets Enjoy Reading Guys!! ^_^
Okeey.. Kembali lagi, aku mau berbagi postingan lamaku saat mengikuti event lomba ajang menulis Mimpi Untuk Banyuwangi (kota tercintaku <3). Hayoooo siapa yang punya mimpi? ayo cepat Tulis dan Segera Wujudkan :)
Lets Enjoy Reading Guys!! ^_^
Mimpi..
Membahas soal mimpi, memang tiada akhirnya, tak terbatas, tak bertepi, dan tak pula berujung..
Mimpi adalah angan pemikiran perencanaan kedepan untuk yang lebih baik, Yaah.. akupun memiliki sebuah mimpi untuk kota kelahiranku, Banyuwangi.. dulu aku tak pernah menyangka, apalagi bermimpi, suatu ketika Banyuwangiku akan menjadi kota yang benar-benar dapat dirasakan keindahannya, karena semuanya masih gelap, dan tersimpan rapat dalam keterbatasan informasinya.
Bagaimana tidak?
Banyuwangi dulunya yang sangat jarang dijamah oleh para wisatawan ataupun disorot oleh berbagai media publik kini digandrungi oleh para wisatawan dan disorot oleh berbagia media. Woww.!
Kiblatku yang dulu pada budaya asing kini telah berubah pada budayaku sendiri, kini aku dapat merasakan arti pentingnya mencintai tanah air dan bagaimana indahnya mencintai budaya sendiri.
Pada mulanya, salah satu negara yang paling sangat aku kagumi adalah negara Korea, setiap kali aku kagum dengan negara Korea setiap kali itu pula aku bergumam dalam hati sendiri “kapan ya Indonesiaku seperti itu? Atau setidaknya Banyuwangiku dapat mencontoh beberapa kelebihan dari Negara yang kukagumi itu?.” Kini aku akan mulai memimpikan Banyuwangiku yang lebih indah dimasa depan.
Korea..
Selain Jepang, salah satu negara yang sangat aku kagumi kecintaan warga negaranya terhadap budayanya sendiri adalah Korea Selatan. Kisah kekagumanku berawal dari K-Drama yang sering tayang di Stasiun Televisi Indosiar, sejak menyukai K-Drama akupun mulai membanding-bandingkannya dengan negaraku sendiri, Indonesia. Yang aku tau, artis Korea sekaliber apapun bahkan sampai yang Go-Internasional sekalipun, masih saja selalu memakai bahasanya sendiri. Berbeda sekali dengan artis Indonesia, mereka selalu bergaya ala Western dan dengan bangganya memakai Bahasa Inggris, seakan merasa rendah diri jika berbicara menggunakan bahasa nasionalnya sendiri..
Yapp memang Bahasa Inggris adalah Bahasa Dunia, tetapi justru dizaman serba modern ini ternyata negara Korea dan warga negaranya lebih mengutamakan bahasa mereka sendiri, bahkan mereka seperti mengajak khalayak umum untuk tertarik mempelajari bahasanya. Alhasil memang benar-benar terbukti negara Korea telah menunjukkan pada dunia bahwa bahasa mereka dapat diterima oleh masyarakat umum.
Artis korea juga memperkenalkan budayanya melalui karya seni musik. Musik adalah salah satu karya seni yang sangat mudah diingat dan dinikmati, bisa jadi dari situlah bahasa Korea lebih mudah dikenal, dan menjadi berkembang pesat. Point utama yang akan aku ambil dari ulasan tersebut adalah tentang bagaimana mencintai potensi budaya sendiri, salah satunya melalui Bahasa. Bahasa Osing merupakan Bahasa Daerah Banyuwangi, kekhasan bahasanya serta logatnya membuat Banyuwangi memiliki ciri khas tersendiri, dimana orang umum mendengar sekumpulan orang berbicara Bahasa Osing pasti mereka tahu bahwa mereka berasal dari Banyuwangi, point inilah yang sangat mahal untuk didapat, kenapa mahal? Coba bayangkan saja seandainya kita berbahasa Osing dikota lain dan orang umum mendengarnya tetapi tidak ada satupun yang mengerti atau bahkan tidak tahu bahasa apa yang dibicarakan pasti mereka akan bertanya-tanya darimana mereka berasal, jadi point inilah yang membuat ciri khas sangat tidak mudah didapatkan. Tetapi bahasa daerah mulai tergerus oleh pergeseran budaya, hanya orang-orang tertentu yang dapat berbahasa Osing, bahkan aku pun juga tidak dapat berbahasa Osing karena sejak kecil aku jarang mendengar orang Banyuwangi berbahasa Osing, dan aku hanya mengenalnya saat duduk dibangku SD sampai dengan SMP, akupun tidak begitu tertarik karena dulu aku mengira Bahasa Osing adalah bahasa asing.
Setelah aku duduk dibangku SMK, akupun mulai sadar bahwa budayaku lebih indah dibanding dengan Negara lain yang aku kagumi, dan Mimpiku untuk Banyuwangi di Masa Depan adalah menanamkan diri sejak dini untuk mencintai budaya sendiri khususnya pada Bahasa Osing.
Berikut perencanaan strategi untuk memperkenalkan bahasa Osing dan mengajak semua warga Banyuwangi pada khususnya untuk lebih mencintai budaya sendiri dan seluruh khalayak umum pada umumnya :
1) Spanduk-spanduk yang berisi tentang info Banyuwangi diubah beberapa kalimat dengan bahasa Osing.
Dengan cara ini kita sering mengetahui Bahasa Osing melalui media tulisan dan sedikit demi sedikit kita dapat terbiasa dengan Bahasa Osing dan mengerti sekelumit tentang maksud/makna kalimat Bahasa Osing.
Dengan cara ini kita sering mengetahui Bahasa Osing melalui media tulisan dan sedikit demi sedikit kita dapat terbiasa dengan Bahasa Osing dan mengerti sekelumit tentang maksud/makna kalimat Bahasa Osing.
2) Speaker pada lampu merah diganti dengan Bahasa Osing lalu diikuti dengan Bahasa Inggris.
Dengan cara ini kita dapat mengetahui bagaimana logat Bahasa Osing melalui media suara dan sedikit demi sedikit kita dapat meniru bahkan menghafal bagaimana logat berbahasa osing.
Dengan cara ini kita dapat mengetahui bagaimana logat Bahasa Osing melalui media suara dan sedikit demi sedikit kita dapat meniru bahkan menghafal bagaimana logat berbahasa osing.
3) Untuk setiap acara Event Program Banyuwangi kita dapat membuka Launcing Resminya suatu acara dengan Bahasa Osing lalu diikuti Bahasa Indonesia.
Dengan cara ini masyarakat Banyuwangi akan sering mendengar Bahasa Osing bukan hanya masyarakat Banyuwangi tetapi tamu pada acara penting Banyuwangi pun dapat mengetahui dan dapat terbiasa, dengan demikian kita mendapatkan ciri khas tersendiri.
Dengan cara ini masyarakat Banyuwangi akan sering mendengar Bahasa Osing bukan hanya masyarakat Banyuwangi tetapi tamu pada acara penting Banyuwangi pun dapat mengetahui dan dapat terbiasa, dengan demikian kita mendapatkan ciri khas tersendiri.
4) Memanfaatkan peluang untuk memperkenalkan bahasa daerah kita melewati program-program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Banyak program Pemerintah yang mengadakan kegiatan bertaraf Internasional seperti program acara Banyuwangi Tour De Ijen, kita dapat memanfaatkan program tersebut dengan mengisi acara tersebut dengan banyak memperkenalkan Budaya Banyuwangi. Misal : kita dapat memberikan Yel-Yel berbahasa Osing kepada para peserta, mengajak peserta Tour De Ijen untuk bernyanyi lagu Osing, memberi kode rambu-rambu untuk jalur peserta dengan bahasa Osing serta memberi buku panduan yang isinya terjemahan dari arti rambu-rambu tersebut, dsb. Semua pada intinya adalah memberi kesan tersendiri kepada para peserta tentang bagaimana Budaya Banyuwangi, hal ini secara tidak langsung akan menjadi pengalaman tersendiri bagi warga asing serta menjadikan hal yang baru dan dapat diceritakan oleh keluarga peserta tersebut.
Banyak program Pemerintah yang mengadakan kegiatan bertaraf Internasional seperti program acara Banyuwangi Tour De Ijen, kita dapat memanfaatkan program tersebut dengan mengisi acara tersebut dengan banyak memperkenalkan Budaya Banyuwangi. Misal : kita dapat memberikan Yel-Yel berbahasa Osing kepada para peserta, mengajak peserta Tour De Ijen untuk bernyanyi lagu Osing, memberi kode rambu-rambu untuk jalur peserta dengan bahasa Osing serta memberi buku panduan yang isinya terjemahan dari arti rambu-rambu tersebut, dsb. Semua pada intinya adalah memberi kesan tersendiri kepada para peserta tentang bagaimana Budaya Banyuwangi, hal ini secara tidak langsung akan menjadi pengalaman tersendiri bagi warga asing serta menjadikan hal yang baru dan dapat diceritakan oleh keluarga peserta tersebut.
5) Memperkenalkan Bahasa Osing melelaui Karya Seni Musik.
Seperti ulasan yang aku kemukakan diatas tentang bagaimana Bahasa Korea terkenal melalui Karya Seni terutama pada bidang musik. Kita dapat mencontoh Negara tersebut dengan terus mengeksplor kekayaan Bahasa Osing melalui media Musik, lagu-lagu Osing yang melegenda hingga sampai saat ini yaitu “Umbul-Umbul Blambangan” kebetulan Pencipta Lagu tersebut adalah kakak kandung nenek aku ( Andang C.Y. ), lagu ini sangat bagus dengan keunikan tersendiri, kita bisa terus menghidupkannya bahkan lebih mengeksplornya dengan karya-karya musisi lain di Banyuwangi. Ada juga Lagu Osing yang saat ini terkenal di Stasiun Televisi berjudul “Oplosan” yang sering dinyanyikan di program acara “Show Imah” di Trans Tv. Kita harus bangga dengan prestasi yang patut diacungi jempol ini dan mulai mengembangkan musik daerah dan terus memperkaya Bahasa Osing melalui media musik. Dengan ini kita dapat membuat Bahasa Osing semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Seperti ulasan yang aku kemukakan diatas tentang bagaimana Bahasa Korea terkenal melalui Karya Seni terutama pada bidang musik. Kita dapat mencontoh Negara tersebut dengan terus mengeksplor kekayaan Bahasa Osing melalui media Musik, lagu-lagu Osing yang melegenda hingga sampai saat ini yaitu “Umbul-Umbul Blambangan” kebetulan Pencipta Lagu tersebut adalah kakak kandung nenek aku ( Andang C.Y. ), lagu ini sangat bagus dengan keunikan tersendiri, kita bisa terus menghidupkannya bahkan lebih mengeksplornya dengan karya-karya musisi lain di Banyuwangi. Ada juga Lagu Osing yang saat ini terkenal di Stasiun Televisi berjudul “Oplosan” yang sering dinyanyikan di program acara “Show Imah” di Trans Tv. Kita harus bangga dengan prestasi yang patut diacungi jempol ini dan mulai mengembangkan musik daerah dan terus memperkaya Bahasa Osing melalui media musik. Dengan ini kita dapat membuat Bahasa Osing semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Itulah Mimpiku untuk Banyuwangi di Masa Depan, menanamkan kecintaan pada budaya sendiri, mempererat tali persaudaraan warga Banyuwangi melalui Bahasa Osing, dan memberi ciri khas tersendiri pada Kota kelahiranku Banyuwangi. Di era zaman yang serba modern ini kita dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman tetapi itu tidak menjadikan kita melupakan budaya asli kita, generasi muda Banyuwangi yang jago berbahasa Inggris serta ahli berbahasa Osing, Bukankah itu sangat keren? Tetap mengikuti perkembangan zaman tetapi tidak meninggalkan kebudayaan kita sendiri. Sepertinya mimpi yang sangat menakjubkan. Yah.. sekali lagi bermimpi itu indah tetapi akan lebih indah dan sempurna lagi jika mimpi itu dapat direalisasikan.
Ini mimpiku, bagaimana mimpimu untuk Banyuwangi yang lebih cerah? :)
Silahkan Klik Alamat Asli Tulisan diatas :
https://www.facebook.com/notes/783019611724689/
Wassalamu alaikum Wr.Wb.
https://www.facebook.com/notes/783019611724689/
Wassalamu alaikum Wr.Wb.


Komentar