Langsung ke konten utama

BELAJAR MEMAHAMI MAKNA DIBALIK BERPULANGNYA PARA TOKOH BESAR DI INDONESIA

Berpulangnya ke Rahmatullah Para Tokoh Besar di Indonesia membuat duka yang cukup mendalam bagi kita semua.

Semua media akan terus meliput kenangan Beliau-Beliau yang telah berpulang,
Karangan bunga akan terus hadir berjejeran memenuhi rumah duka,
Dan..
Sosial media akan ramai dengan kata bijak, motivasi, perjuangan, dan semua kisah sepak terjangnya dalam menghadapi Dunia.

Tak dipungkiri semua manusia memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menanggapinya..

Ada yang berduka..
Ada yang mengumpat..
Ada yang membandingkan diri..
Ada yang merasa rendah diri..
Ada yang biasa saja..
Dan ada yang tak mau tahu ada apa..

Namun.. disini saya ingin membahas sudut pandang mereka yang berkecil hati, merasa rendah diri, dan membandingkan diri..

Alasannya sederhana karena saya sering mendengar tanggapan orang yang saya kenal, temui, dan di sekeliling yang mereka rata-rata akan berpendapat..
“Enak ya jadi orang besar, terkenal sampai meninggalpun tetap dikenang dan ramai dibicarakan..”
“Kita ini apa? Cuma orang biasa mana mungkin bisa dikenang seperti mereka-mereka”
“Prestasi mereka luar biasa, apalah aku yang Cuma gini gini saja. Pantas penghormatan yang diberikanpun luar biasa.”
Rasanya kita perlu sama-sama sepakat bahwa serendah-rendahnya manusia adalah mereka yang terus merendahkan diri dan tidak menghargai dirinya sendiri.
Kenapa?
Karena kita adalah pemilik tubuh kita, jika diri kita saja tidak dihargai dan terus merendahkan diri. Lalu bagaimana orang lain akan menghargai  kita?

Peran manusia dalam kehidupan itu seperti filosofi BANGUNAN.
KOK BISA?
IYA, BISA. Mari saya coba jelaskan menurut pengetahuan yang saya punya

FILOSOFI BANGUNAN



Apa sih yang akan kita lihat ketika melihat suatu bangunan?
  • 1.   Cat tembok
  • 2.     Jendela
  • 3.     Pintu
  • 4.     Genteng
  • 5.     Pagar bangunan
  • 6.     Lantai Keramik
  • 7.     Ornamen bangunan
  • 8.     Bentuk desain bangunan
LANJUT?
Secara spontanitas kita akan selalu memuji apa yang tampak terlihat di luar seperti ,
“Wah cat temboknya bagus banget, bikin adem lihatnya.”
“Pintunya bagus ya bisa gini modelnya.”
“Jendelanya model kuno tapi tetap stylish.”

Tapi pernahkah juga kita memuji bagian bangunan yang tidak tampak, pernah?
Apa seperti ini pujiannya? “Wah pasirnya glowing dan halus banget. Pakai skincare apa sih?”
Gitu? Gak mungkin kan?
Coba kita sebutkan apa saja bagian bangunan yang tidak terlihat?
  • 1.     Pasir
  • 2.     Semen
  • 3.     Batu bata
  • 4.     Beton
  • 5.     Kayu
  • 6.     Triplek
  • 7.     Pipa
  • 8.     Kerikil
  • 9.     Apa lagi? Tolong sebutkan dikomentar ya :D
Apakah kita memujinya? Tidak
Tapi apakah Karena mereka tidak mendapatkan pujian lantas mereka tidak berguna? TENTU SAJA TIDAK

NAH JADI? Sama seperti peran manusia dalam kehidupan..
Banyak sekali peran manusia, apapun profesi, jabatan, dan kedudukannya *(khusus yang positif) semua memliki manfaat masing-masing.

Jika kita adalah bagian dari pemulung rongsokan..
Carilah barang tersebut tanpa mencemari lingkungan.. tanpa mengacak-acak apa yang semestinya sudah rapi..
Jika kita adalah bagian dari angkutan umum (Becak, Ojek, Supir)
Berkendaralah secara aman dan tertib, bantu mereka yang tiba-tiba mendapat musibah dijalan..
Jika kita adalah bagian dari nelayan..
Cari ikan tanpa mencemari lingkungan, buat inovasi budidaya ikan, jaga laut kita dari apapun yang dapat merusaknya.
Jika kita adalah bagian dari pedagang kaki lima,
Berdaganglah secara jujur, berikan pelayanan yang terbaik..
jika kita adalah bagian dari pejabat Pemerintahan, pegawai swasta, BUMN, dll
Jadilah sebaik-baiknya tempat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyakarat..

Begitupula..
Jika kita adalah bagian dari Orang Tua (Ayah/Ibu)
Berperanlah sebaik-baiknya dalam mendidik anak, membentuk karakter anak, dan menyiapkan generasi yang lebih baik di masa yang akan datang.
Sebab orang tua adalah garda terdepan dalam membentuk pribadi anak. Saat anak dewasa bagaimana ia dan seperti apa adalah bentuk dari sikap orang tua sebagai pendidiknya.
Dan..
Banyak sekali peran manusia dalam kehidupan ini. Kalian bisa pikirkan sendiri apa saja itu, tentunya dalam ranah positif.

Apapun..
apapun peran kita dalam hidup ini..
Lakukanlah sebaik-baiknya..
Berikan manfaat semaksimalnya..
Sebab..
Prestasi dan Prasasti yang bisa kita dapatkan tak melulu tentang hal yang besar seperti Para Tokoh Besar kita di Indonesia..

Kita bisa mulai dari hal yang sederhana, yang bisa kita lakukan hari ini juga..
Seperti membuang sampah tidak sembarangan. Bisa kan hari ini juga?
Tersenyum dan menghargai sesama, bisa kan hari ini juga?

Untuk mendapatkan pujian tak melulu sebanyak dan sebesar seperti Para Tokoh Besar kita di Indonesia..
Cukup dari pasangan kita.. atas rasa terimakasih menjadi partner terbaik.
Cukup dari orang tua kita.. atas rasa bangganya telah memiliki anak seperti kita..

Untuk ingin dikenang saat kita menutup seusia tak melulu sebanyak dan sebesar seperti Para Tokoh Besar kita di Indonesia..
Asalkan kita sudah mematenkan hati anal-anak kandung kita untuk terus mendoakan kita saat sudah berpulang ke Rahmatullah.. itu sudah lebih dari cukup!

Sudah tau kan amal apa yang tak pernah putus?
Yang belum ku bagi pengetahuanku yang masih terbatas ini :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Jika ada salah satu saja yang kita punyai dalam hidup ini, insyaAllah saat menutup usia kita sudah memliki tabungan bekal di akhirat nanti..

Tapi tidak ada salahnya jika kita semua ingin lebih dari itu! Tapi dengan syarat bekerja keraslah lebih giat seperti Para Tokoh Besar kita di Indonesia..

Sehingga..

BERHENTI untuk membandingkan diri serta merendahkan diri kita sendiri.
INGATLAH filosofi bangunan tadi jika merasa seperti itu..
JADIKAN lecutan semangat Para Tokoh Besar kita di Indonesia untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
TETAP semangat dalam memberi manfaat, berperan sebaiknya, dan
YAKINLAH kita masing-masing adalah manusia-manusia HEBAT..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Operasi Tumor Payudara

5 Tahun Bersama Fibroadenoma Mamae (FAM)  Jangan Takut!! Saya yakin kalian yang membaca tulisan ini sebagian besar memiliki permasalahan yang sama, maka  hal pertama kali yang bisa saya katakan adalah "JANGAN TAKUT" Rumah Sakit Jember 5 Januari 2013 - 10.00 WIB Aku benar benar terpuruk.. Aku fikir di umur 17 tahun ini, umur yang istimewa bagi semua orang adalah moment  terindah. Tapi nyatanya, Tuhan memberiku kado berupa vonis tumor di bagian Payudara.. Aku takut sekaligus, bingung.. Karena saat itu penyakit tersebut termasuk langka.. Banyaknya sinetron dan film Indonesia yang bercerita tentang akhir derita hidup manusia dengan penyakit tumor ini sungguh membuat dadaku semakin sesak.. "Tuhan kenapa? Kenapa harus di tanggal lahirku?" Aku memegang rapat rapat hasil vonisku. Baik, tenang.. *mencoba menghela nafas* Rumah Sakit Bondowoso 5 Januari 2013 - 18.00 WIB Hasilnya sama, dan tindakan satu-satunya adalah OPERASI Selama tujuh h...

Osingku KeBANGGAanku

Assalamu alaikum Wr. Wb. Hellloo Guys... ketemu lagi sama Andina. Lama banget kagak posting maklum saja Mahasiswa Baru alias "MABA" jadi rasanya kaget banget waktu masuk perkuliahan. Kaget dengan Tugas (!). Kaget dengan sistem pengajaran Dosen (!). Kaget dengan cara belajarnya (!). Pokoknya semu serba ngagettin >,<. But.. Alhamdu lillah semester 1 telah terlewati suatu pengalaman seru sudah tahu bagaimana seluk beluk perkuliahan dan pastinya sudah prepare planning lebih untuk bisa membagi waktu dengan lebih termanajemen lagi. Okeey.. Kembali lagi, aku mau berbagi postingan lamaku saat mengikuti event lomba ajang menulis Mimpi Untuk Banyuwangi (kota tercintaku <3). Hayoooo siapa yang punya mimpi? ayo cepat Tulis dan Segera Wujudkan :) Lets Enjoy Reading Guys!! ^_^ Mimpi .. Membahas soal mimpi, memang tiada akhirnya, tak terbatas, tak bertepi, dan tak pula berujung.. Mimpi adalah angan pemikiran perencanaan kedepan untuk yang  lebih  baik, Yaah.. akupu...